Usah Kau Lara Sendiri

March 11th, 2007 by faiz-arrifai

Kegelisahan, kedukaan dan airmata adalah bagian sketsa hidup di dunia ini. Tetesan airmata bermuara dari hati yang terselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan. Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalam menyebabkan kepedihan yang memenuhi rongga dada, jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta kehidupan, bertanya dimanakah pasangan jiwa berada. Lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.

Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah? Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Sebuah kewajaran pula bahwa setiap wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian. Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya akan terbentuk jiwa-jiwa yang sholeh dan sholehah. Duhai… betapa mulianya kedudukan seorang wanita, apalagi bila ia seorang wanita beriman yang mampu membina dan menjaga keindahan Islami hingga memenuhi setiap sudut rumah tangganya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala pun telah menciptakan wanita dengan segala keistimewaannya, hamil, melahirkan, menyusui hingga keta’atan dan memenuhi hak-hak suaminya laksana arena jihad fisabilillah. Karena itu, yakinkah batin ini tiada goresan saat melihat pernikahan wanita lain dibawah umurnya? Pernahkah kita menyaksikan kepedihan wanita yang berazam menjaga kehormatan diri hingga ia menemukan pasangan jiwanya? Dapatkah kita menggambarkan perasaannya yang merintih saat melihat kebahagiaan wanita lain melahirkan anak? Atau, tidakkah kita melihat kilas tatapan sedih mereka ketika melihat aqiqah anak kita?

Letih… sungguh amat letih jiwa dan raga, sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa tanpa tahu kapankah berlabuh.

Ukhti sholehah yang disayang Allah Subhanahu wa Ta’ala…
Dalam Islam, kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia ini saja, ada dunia fana, pun ada akhirat. Memang, setiap manusia sudah diciptakan berpasangan, namun maksudnya tidak dibatasi hanya dunia fana ini saja. Jadi mungkin saja ada manusia yang jodohnya baru dipertemukan nanti di akhirat. Seseorang yang belum menemukan pasangan jiwanya di dunia fana ini, insya Allah akan dipertemukan di akhirat nanti, selama ia beriman dan bertaqwa serta sabar atas ujian-Nya yang telah menetapkan dirinya sebagai lajang di dunia fana.

Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai merubah pandangan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalaulah rasa itu selalu menghantui, usah kau lara sendiri duhai ukhti, taqarrub-lah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kembalikan segala urusan hanya kepada-Nya, bukankah hanya Ia yang Maha Memberi dan Maha Pengasih. Ikhtiar, munajat serta untaian doa tiada habis-habisnya curahkanlah kepada Sang Pemilik Hati. Jangan membandingkan diri ini dengan wanita lain, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya, meski ia tidak menyadarinya.

Usahlah dirimu bersedih lalu menangis di penghujung malam karena tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa, menangislah karena airmata permohonan kepada-Nya di setiap sujud dan keheningan pekat malam. Jadikan hidup ini penuh dengan harapan baik kepada Sang Pemilik Jiwa, dan kesiapan menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tausyiah-lah selalu batin dengan tarbiyah Ilahi hingga diri ini tidak sepi dalam keheningan. Bukankah kalau sudah saatnya tiba, jodoh itu tak akan lari kemana, karena sejak ruh telah menyatu dengan jasad ini, siapa pasangan jiwamu pun telah dituliskan-Nya.

Sabar dan sabarlah ukhti sholehah…
Bukankah matahari akan selalu menghiasi pagi dengan kemewahan sinar keemasannya, malam pun masih indah dengan bintang gemintang keperakan, dan kicau bening burung malam selalu riang mencandai sang rembulan. Senyumlah, laksana senyum penuh pesona butir embun yang selalu setia melantunkan tasbih dan tahmid di kala subuh. Hapuslah airmata di pipi, hilangkan lara di hati hingga akan dirimu rasakan tak ada lagi gejolak keresahan, kegamangan atau pun kegelisahan. Terimalah semua sebagai bagian dari perjalanan hidup, hingga dirimu temukan rahasia kehidupan bahwa semua ini adalah tanda kebesaran hati dan jiwa, semoga.

Wallahu alam bi showab,

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

Bila Cinta Tak Berbalas

March 11th, 2007 by faiz-arrifai

“Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati
permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam
perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih
baik dari saya.”

Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas
dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati
berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman
setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala
asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan
bertepuk sebelah tangan.

Ya drama kehidupan menuju meghligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat
mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus
ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai
pernikahan.

Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat
pun bias mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung
karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar.
Sehingga getirnya kegagalan cinta –seandainya memang terasa getir-
langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman
tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan.
Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang
lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.

Mengambil sikap

Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa’ (naluri
mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya,
manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia
juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki
aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.

Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat
tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan
manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila
dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk.
Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan
berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur
manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia
seutuhnya.

Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana.
Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf
bernama John Charles Salak mengatakan : Orang-orang yang gagal
dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak
pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah
memikirkannya.

Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya,
tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada
benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah
perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.

Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka,
maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa
langkah yang bisa diambil:

Percayai qadla

Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua
keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian
dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa
memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir
kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau
wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb. Demikian
pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.

“Sesungguhnya salah seorang di antara kalian
dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian
menjadi ‘alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat
dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: ‘tulislah
amalnya, rizkinya dan ajalnya.” (HR.Bukhari)

Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi
pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah
penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan
dalam diri kita ‘Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya’.

Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita
kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya.
Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah . akankah kita
menerima qadla-Nya atau merutuknya?

Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan
InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita.
Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita
dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.

Bersiap untuk cinta dan bahagia

“Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji
akan membahagiakan ukhti,” demikian ungkapan keinginan para ikhwan
terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan
angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta
kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain.
Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja
banyak orang.

Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk
merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas.
Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang ‘berani’ menolak
pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan,
“berani-beraninya…” atau “apa yang kurang dari saya…..”

Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang
angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit
manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat;
bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.

Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata,
sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih ‘bunga’ yang
lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan
dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya
pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul,
keinginan menjadi kenyataan.

Menakjubkan perkara seorang mukmin,
sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki
oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia
bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia
bersabar maka hal itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)

Bukan Aib

Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran
sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah
bentuk ‘perjuangan’ menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu
apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah
mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan
cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang ‘senasib’ dan
‘sependeritaan’.

Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu
merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah
apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.

‘Kita mungkin takkan Bahagia’

Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan
keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap
seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang
seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita
punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang
diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan
dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak
oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.

Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah
pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar ‘perceraian’?
jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah
membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan ( al hanaah )
dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah
tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu’alam bi ash shawab

“Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah
itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan
cara yang baik.” (
Al-Baqarah[2]:229 )

Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas.
Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang
kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di
kemudian hari.

Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang
kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk
sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha
Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan
kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang
kita harapkan.

Be positive thinking, suatu hari kelak
ketika antum telah menikah dengan orang lain –bukan dengan si dia yang
antum idamkan- niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum
rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.

‘Saya tak mungkin berbahagia tanpanya’

ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita
terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk
mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus
menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius
dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka
sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.

Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang
lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang
lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa
menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan
terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang
membahagiakan kita kelak.

Cinta membutuhkan waktu

“maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu
jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!” Masya Allah, cinta bukanlah
martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses,
apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak
pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga
yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa
diambil.

Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta
itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar –contoh extrim
pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia
berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi
cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota
tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah

Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna

“Suami yang saya dambakan adalah yang
bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah,
cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan.”
Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti . tapi jangan marah bila
saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak
tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan
kitab-kitab pembinaan. Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia
ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang
rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat
dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dsb.

Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria
bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip
menjadi ‘yang penting akhwat” atau “yang penting ikhwan”. Tapi
realistislah, setiap menusia punya kekurangan – sekaligus kelebihan.
Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan
pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis
terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar,
adalah kesempurnaan

Maka doa kita kepada Allah bukanlah,”berikanlah
padaku pasangan yang sempurna” tetapi “ya Allah, karuniakanlah padaku
pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku.”

Kekuatan Ruhiyah

Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah
kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum
diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan
datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang
pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan
berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena
ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi
seorang hamalatud da’wah lalu setiap akhwat mendambakannya.

Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain
menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang
menurut kita “luar biasa” berjodoh dengan yang ‘biasa-biasa’. Seperti
seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi
kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa
terukur dengan ukuran-ukuran manusia

Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap
tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang
ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya
akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya
saya bermaksud mengatakan ‘jangan ke-ge-er-an’ dengan segala title dan
atribut yang melekat pada diri kita.

Beri cinta kesempata (lagi)

“……….dan jangan kamu berputus asa dari
rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah,
melainkan kaum yang kafir.” (
QS. Yusuf[12]:87 )

bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan
hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah
tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai
kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau
tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan
kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau
lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya

cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa
datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita
harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula
yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata
terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan
diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. ‘ love is knocking outside the door.’ Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak
pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan
ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi
pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.

“jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian
ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak
melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang
nyata” (HR. Turmudzi)

Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal;
dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi
karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia)
niscaya selamat dirimu.” (HR.Ahmad)

Irwansyah Feat Acha

May 26th, 2006 by faiz-arrifai

Disini kau dan aku

Terbiasa bersama
Menjalani kasih sayang

Bahagia ku denganmu

Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah
Ku ukir nama kita berdua
Disini Surga Kita

Bilakah kita mencintai yang lain
mungkin kah hati ini akan tegar
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang

If You Love Somebody
Could we be this strong
I will fight to win
Our Love will Conquer all
Wouldn’t reach my love
Even just one night
Our love will stay in my heart
My heart

Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah
Ku ukir nama kita berdua
Disini Surga kita

Bilakah kita mencintai yang lain
mungkin kah hati ini akan tegar
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang

Bilakah kita mencintai yang lain
mungkin kah hati ini akan tegar
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang

Lirik Padi

May 26th, 2006 by faiz-arrifai

Demi Cinta

 

Tautan waktu berjalan, iring langkah kita bersama
Mendewasakan semua rasa, perasaan jiwa
Tak akan mungkin memungkiri, menyangkal arti cinta
Biar angin menentang, pun langit terhempas

(bridge)
Menyangsikan cinta dalam keras kehidupan
Naif terlahir, kewajaran kodrati lelapkan semua

(chorus)
Demi cinta, bersandinglah (di dalam sisi hidupku ini)
Demi cinta berjanjilah (melangkah kita bersama)

Perlahan kita mulai belajar, melaraskan batin
Meluaskan ruang, tingkap pengertian
Tak pernah kumerasakan, penat menjadi beban
Biar pernah mengalir, pun meski terluka
(back to bridge)

Damai… kita… bersama… sucikan cinta

 

Bidadari

 

Aroma wangi surgawi, sirami jiwaku ini
Bagai bunga yang terindah, merekah dan tetap suci
Sribu wajah yang terlintas, hanya satu yang ada di hati
Janjikan ketulusan cinta abadi selamanya
Kuyakin dan pasti kau ada di benakku
Ku takkan berhenti menunggu

(chorus)
Bidadari, hadirlah malam ini dalam mimpiku
Bidadari, senyumlah kau kini sambutlah rinduku

Sepenggal bulan kan kembali, menjadi purnama yang terang
Seterang hati dan jiwamu oh bidadariku
(back to chorus)

Mungkinlah aku bisa menyapamu, meraih semua imajimu
Bercanda bercinta bersama

Bidadari, hangatkan jiwaku bersama cintamu

 

 

 

 

 

 

 

Seperti Kekasihku

 

Engkau… seperti kekasihku yang dulu
Sungguh… hadirmu menyejukkan risau jiwaku
Begitu lekatnya… perasaanku kini padamu
Hingga… anganku kusandarkan padamu

Reff:
Memang gerakmu memang langkahmu
Mengingatkan aku pada dirinya yang telah berlalu
Inginku menyangkal inginku membantah
Betapa pesona dirimu memikat erat jiwaku

Mungkin… terbuai mungkin aku terlena
Ada… keinginan yang tak tentu arah
Engkau… tercipta bukan untuk bersama
Biar… kunikmati kerinduan ini

(Reff)

End:
Maafkan aku yang selalu teringat akan dirinya
Menggugah segala yang ada dalam kenanganku
Sedapatnya aku menepis keinginan itu
Kuharap engkau dapat memaafkan aku

Apa yang terpancar dari dalam hati
Tak dapat aku bantah tak mampu kusingkirkan
Sesungguhnya aku sangat ingin melupakan
Inginku melupakan …. inginku melupakan ….

Engkau… seperti kekasihku yang dulu
Sungguh… hadirmu menyejukkan risau jiwaku

 

Menanti Sebuah
Jawaban

 

aku tak bisa luluhkan hatimu…
dan aku tak bisa menyentuh cintamu…
seiring jejak kakiku bergetar…
aku tlah terpaku oleh cintamu…
menelusup hariku dengan harapan…
namun kau masih terdiam membisu…
-
Reff:
sepenuhnya aku…ingin memelukmu
mendekap penuh harapan…tuk mencintaimu
setulusnya aku…akan terus menunggu
menanti sebuah jawaban tuk memilikimu

betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
semoga kau tau isi hatiku…
dan seiring waktu yang terus berputar
aku masih terhanyut dalam mimpiku…
-
Reff 2x
-
aku tak bisa luluhkan hatimu
dan aku tak bisa menyentuh cintamu

 

 

 

 

 

Masih Tetap
Tersenyum

 

Ketika keretaku tak datang lagi
Menjeput cintaku yan telah.. lama mati
Seperti layaknya bintang.. tak bersinar
Namun aku masih tetap tersenyum

Ketika kekasihku menginggalkan aku
Ku tak tahu kemana dia telah pergi
Tak tersentuh, tak terjamah, tak kudengar lagi
Namun aku masih menikmati hidup…

Ketika keretaku telah datang kembali
Membawa cintaku tertera di dasar hati
Menawarkan kepedihan di antara tawa
Namun aku masih tetap tersenyum

 

Prolog

 

Angin bertiup… menyadarkan aku
Tepat saat aku mendiamkan diri
Apa yang telah terjadi… kepada diriku

Apakah bulan memihak padaku
Dan pijarnya masihkah menghiasi malam
Aku akui kesalahan ini
Tak harus aku ulangi
o…

Seperti halnya engkau sang mentari
Tak henti menyinari seluruh bumi
Begitu juga.. adanya diriku
Tak akan berhenti langkahku

Langit memang berlapis adanya
Samudra pun membentang oh… luasnya
Tak ubahnya diriku adanya
Takkan usai semangatku
o…

Pasang air menyapu kerasnya karang
Takkan goyah meskipun harus diterjang
Kini aku mencoba meraba lagi
Mengikrarkan janji

 

 

Tak Hanya Diam

 

Meresap kecup hangat… sebentuk cinta
T’lah terukir di dalam jiwaku
Seperti tetes embun menyegarkan hari
Terciptakan keajaiban di hati..

Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta tak hanya diam

Aku yang berkelana mengarungi hidup
Mencari untaian arti, makna…
Apakah sesungguhnya balasan dari cinta
Pasti bukan harta dunia semata…

Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta tak hanya diam…

Jika mungkin bumi harus terguncang badai
Tapi cinta takkan mungkin hilang

Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta adalah cinta

 

Elok

 

Aku.. membayangkan surga ada di depanku
depan mataku..
Saat aku menikmati teduhnya wajahmu
Indah hatimu

Tak jemu-jemu ku pandang
Begitu elok kau tercipta

Tak pernah henti-hentinya aku
Terus mencintai dirimu
Tak pernah henti-hentinya aku
Tetap menyayangi dirimu
Seperti adanya diriku
Seperti adanya aku ini
Seperti adanya diriku
Aperti adanya…

Aku ingin melupakan hasrat tuk melangkah sejenak pergi
Inginku sempurnakan hidupku disampingmu memeluk jiwamu

Tak jemu-jemu ku pandang
Begitu elok kau tercipta

 

Siapa Gerangan
Dirinya

 

Aku sayapnya… tambatan hatinya
Yang mengilhami tiap langkah hidupnya
Begitu adanya… dalam goresan pena
Ia suratkan berkala untukku
Tak sekalipun kujumpai dia

Tak pernah berhenti mencintaiku
Seluruh jiwa raga meskipun samar
Siapakah gerangan dirinya

Aku nafasnya mungkin pula nadinya
Kan menjaga denyut jiwanya
Berartinya aku dimata hatinya
T’lah meniupkan cinta sejatinya
Sungguh enggan ia merelakan aku

Tak pernah berhenti mencintaiku
Seluruh jiwa raga hati meskipun samar
Siapakah gerangan dirinya

 

 

Menerobos Gelap

 

Ku ikrarkan hati untuk maju melangkah pergi
Menerobos dinding-dinding gelap ini
Tak ku pertanyakan lagi seperti waktu itu
Pernah ku terjebak tanpa satu teman menemaniku

Ketika (selagi) aku tenggelam dalam kesunyian ini
ku coba mendamaikan hatiku
Sepatutnya aku mampu melaluinya
Menjejakkan kakiku meretaskan jiwa
(Melangkahkan kakiku menuju cahaya)

Tegaskan diriku untuk melewatkan hari
Dengan keyakinan hati aku kumiliki
Biar, aku ikhlaskan peluhku basahi jiwaku
Sirami hatiku… aku akan tetap terus melangkah

 

 

Save My Soul

 

Now I’m sitting in the corner of my room
Staring through the window, watching the sun goes down
And the shadow starts to creep accross the floor
In this Loneliness, I’m crying in my bed

And the rain begin to fall down on me
As the sadness growing deep inside me
I feel a little insecure right now
I am crawling, looking for a place to hide

So where has all my lights gone?
For I need to fine the way out there
In my every breath, I am chanting your name
Give me strength so I can save my soul

My minds keeps telling me to hold on
And says I have to be a real man
I’m still wondering if I’ll ever find my way
That leads me to your light and to your grace

So where has all my lights gone?
For I need to fine the way out there
In my every breath, I am chanting your name
With every breath, I’m hoping
I can find the way to save my soul

 

Akhir Dunia

 

Begitu banyak kisah, yang datang silih berganti
Tak henti mewarnai, setiap jejak langkahmu
Begitupun adanya kepingan makna dirimu.. uh..
Yang terserak diantara lembaran kisah hidupmu

Dan kini kau terjebak ditengah riuh dunia
Terhimpit diantara hitam putih kehidupan…
Sementara sang waktu, tak akan mau menunggu
Seiring denyut hidup, ia kan terus berdetak…

#
Saat langkahmu terhenti, dan gelap…
Menyelimuti hatimu…………….

Sebaiknya kini engkau mulai berenang
Sebelum kau terhanyut, deras arus kehidupan…
Dan jangan pernah merasa, inilah… akhir dunia
Seolah tak ada lagi, jalan untuk kembali…

#
Saat jiwamu meredup…
Saat kegelapan menyelimutimu…
Sisakan satu ruang untuk bercermin…
Dan dengarkan mata hatimu berkata
Jangan pernah berhenti mengejar
semua mimpimu

Karena ini bukanlah sebuah akhir dunia
Bukanlah akhir dunia…
Bukanlah akhir dunia…
Uh… Uh…

 

Ternyata Cinta

 

Ingin sungguh aku bicara
Satu kali saja
Sebagai ungkapan kata… perasaanmu padaku

Telah cukup lama kudiam…
didalam keheningan ini
Kubekukan di bibirku
Tak berdayanya tubuhku

Dan ternyata cinta yang menguatkan aku
Dan ternyata cinta… (tulus mendekap jiwaku)

Kau yang sungguh selalu setia
Menemani kesepianku
Menjaga lelap tidurku
Membasuhku setulusnya

Merekahnya fajar hatiku
Menghangatkan luruhku
Dan resapkan keharuman
Engkau yang mencintaiku

 

Begitu Indah

 

Bila cinta menggugah rasa
Begitu indah mengukir hatiku
Menyentuh jiwaku
Hapuskan semua gelisah

Duhai cintaku duhai pujaanku
Datang padaku tetap di sampingku
Kuingin hidupku
Selalu dalam peluknya

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia karena dia begitu indah

Duhai cintaku pujaan hatiku
Peluk diriku dekaplah jiwaku
Bawa ragaku
Melayang memeluk bintang

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia karena dia begitu indah

 

 

 

 

Hitam


oh jiwaku
Dimanakah aku kini
Kau bawa aku melintasi tempat yang tinggi
Oh tubuhku ..
Mengapakah engkau kini masih membisu
Tak kunjung bicara padaku

Oh ..
Ceritakanlah padaku apa yang mengeruhkan hati dan jiwaku
Tolonglah ..
Kau tuntunkan aku lagi
Agar ragaku menyatu bersama isi jiwaku

Penuntun jiwaku ..
Luruskanlah hatiku
Seandainya aku tahu aoa yang akan terjadi nanti

Aku masih terus melayang bersandingkan langit hitam
Masih melayang
Terus melayang

Oh ..
Ceritakanlah padaku .. apa yang mengeruhkan hidup dan jiwaku
Tolonglah ..
Kau tuntunkan aku lagi
Agar ragaku menyatu bersama isi jiwaku

Tak perlu kutangisi
Kupasrahkan sekuat hati
Saat jiwa terlepas
Saat jiwa terlepas

 

Cahaya Mata

 

cahaya mata

Teduhkanlah hatiku
Lelahkanlah jiwaku
Duhai engkau cahaya mataku
Yang menuntun jalanku
Yang memandu hidupku
Yang meredupkan pedih penatku
Tersenyumlah ..
Bahagialah ..
Sungguh engkau
Yang melumpuhkan hatiku
Yang melipurkan rinduku
Senyuman itu menyenangkan aku

 

Repihan Hati

 

Repihan Hati
Sahabat .. dengarkanlah sekedar pintaku ini
Aku ingin mencurahkan luapan isi hatiku
Telah lama engkau tahu diriku terbeban perih
Hanya engkau yang berkenan menemani hidupku

Tiada yang sebaik dirimu
Tak setulus teduh caramu
Tak semurni palung sikapmu
Yang menguatkan semangatku (harapanku)

Reff :
Sebelum tiba saat rebahkan tubuhku
Sebelum tiba saat lepaskan jiwaku

Sahabat dengarkanlah repihan isi hatiku
Aku ingin engkau tahu berartinya kau bagiku
Sesungguhnya tubuh ini tak mampu bertahan lagi
Meski hanya untuk bisa menggenggam tanganmu

Patah

 

Patah

Bagai serpih-serpih pasir di pantai
Tersapu gelombang pasang
Meski harus hilang terpecah karang
Meninggalkan kenangan abadi

Ada tersimpan rasa perih mendera
Mengingat engkau disaat itu
Masih tentang cerita engkau dan dia
Yang tak pernah terukir indah

Kau bawa aku renungi apa yang terjadi
Kau bawa aku resapi semua tangismu itu

Memelukmu kuingin
Menyentuhmu kuingin
Dan mengucapkan sepatah kata

Namun air mata meski tercurah
Memandu cerita itu
Jiwamu tak mampu menahan semua
Ketidakberdayaan ini

Kau patahkan semua cerita hidupmu
Kau remukkan harapan yang tumbuh di hati

Memelukmu kuingin
Menyentuhmu kuingin
Dan mengucapkan sepatah kata

 

Menjadi Bijak

 

Menjadi Bijak

Betapa ini sangat berarti
Membagi gelisah dengan dirimu kawan

Kau kepakkan kau terbangkan sayap pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama tertidur

Ada benarnya ucapan katamu
Memnag hidup itu harus begini adanya

Kau kepakkan .. kau terbangkan sayap pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama tertidur

Terukir ..
Lebih baik hidupku

 

Menanti Keajaiban

 

Menanti Keajaiban

Tak semudah bagiku untuk bisa meredakan resahku
Meski kucoba menyangkal
Sungguh merisaukan benakku
Aku memimpikan malaikat
Berkenan menemani aku
Tuk sekedar melipurkan hati
Dengan setulus hati

Betapa aku telah lama tinggalkan binary di hatiku
Atau mungkin kan tertawa
Namun jiwaku terasa . jauh

Tak lelah kupandang langit
Berjuta harap ku menanti penuh harap
Kumenanti keajaiban datang dan menghampiriku
Oh ..
Aku tak tahu apa yang

kan

kutemui

Aku masih menunggu dan menunggu
Berharap akan datang keajaiban ..

Seharusnya aku tak patut bersedih

 

Rapuh

 


Kularut luruh dalam keheningan hatimu
Jatuh bersama derasnya tetes airmata
Kau benamkan wajahmu yang berteduhkan duka
Melagukan kepedihan di dalam jiwamu

Tak pernah terpikirkan olehku
Untuk tinggalkan engkau seperti ini
Tak terbayangkan jikaku beranjak pergi
Betapa hancur dan harunya hidupmu

Sebenarnya ku tak ingin berada disini
Di tempat jauh yang sepi memisahkan kita
Kuberharap semuanya pasti akan berbeda
Meski tak mungkin menumbuhkan jiwa itu lagi

Aku tak mengerti apa yang mungkin terjadi
Sepenuh hatiku aku tak mengerti

 

Diatas Bumi Kita
Berpijak

 

Diatas Bumi Kita Berpijak

Bersyukurlah
Bahwa kita masih saling mendengarkan dan berkata
Bersyukurlah bahwa kita masih memijakkan kaki diatas bumi
Menghirup nafas alamNya

Memandang ke atas langit .. takjubkan hati
Merendahkan jiwa ini .. dan terilhami
Seperti (teduh) sepasang mata malaikat yang turut menangisi isi bumi
Tak ubahnya desir angina yang menerpa(menerjang)
Kekosongan dan kesunyian hati

Bersyukurlah bahwa kita masih saling mendengarkan dan mendoakan

 

Bayangkanlah

 

Bayangkanlah bila aku tak lagi menjadi kekasihmu
Bayangkanlah bila bumi tak mampu lagi berputar
Bayangkanlah bila aku terpisah jauh darimu
Bayangkanlah bila mentari tak mampu lagi
Menyinari dunia

Dengarlah duhai kekasih
Hidup tak selamanya indah
Renungkan wahai sahabat
Hadapilah semua yang akan terjadi

Bayangkanlah bila aku tak setia lagi kepadamu
Bayangkanlah bila mata tak mampu lagi memandang
Bayangkanlah bila aku terpikat hati yang lainnya
Bayangkanlah bila cinta tak mampu lagi
Mendamaikan dunia

Dengarlah duhai kekasih
Hidup tak selamanya indah
Renungkan wahai sahabat
Hadapilah semua yang akan terjadi
Duhai tuhan kuserahkan hidupku

 

Sesuatu yang Indah

 

Kekasihku
Aku telah mengenalmu sekian lama
Sepatutnya aku bisa mencintaimu sepenuh hati
Kuharapkan engkau dan aku
Saling mengerti bukan menyakiti
Tak perlu lagi ada pertengkaran

Kini aku temukan
Telah aku dapatkan
Jauh sudah tersimpan
Sesuatu yang indah dari dirimu
Semoga aku bisa
Mungkin pun aku mampu untuk dapat
Memberikan tulus hatiku

Kekasihku
Betapa aku tak pernah dapat membuaimu
Dengan kata-kata cinta
Yang mungkin bisa menyejukkanmu
Sungguh aku masih ingin
Terus mencari dalam jiwamu
Rasa ini ingin kuakui

Kini aku temukan
Telah aku dapatkan
Jauh sudah tersimpan
Sesuatu yang indah dari dirimu
Semoga aku bisa
Mungkin pun aku mampu untuk dapat
Memberikan tulus hatiku

Kekasihku
Maafkanlah aku
Jika tak mampu bahagiakanmu
Memelukmu dengan rasa cinta

Kini aku temukan telah aku dapatkan
Jauh sudah tersimpan
Sesuatu yang indah dari dirimu
Semoga aku bisa
Mungkinpun aku mampu untuk dapat
Membahagiakan hatimu

 

Semua Tak Sama

 

Dalam benakku lama tertanam
sejuta bayangan dirimu
Redup terasa cahaya hati
Mengingat apa yang telah engkau berikan

Waktu berjalan lambat mengiring
dalam titian takdir hidupku
Cukup sudah aku tertahan
dalam persimpangan masa silamku

Coba tuk melawan getir yang terus kukecap
Meresap ke dalam relung sukmaku
Coba tuk singkirkan aroma nafas tubuhmu
Mengalir mengisi laju darahku

Reff #
Semua tak sama .. tak pernah sama
Apa yang kusentuh apa yang kukecup
Sehangat pelukmu .. selembut belaimu
Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu

Apalah arti hidupku ini memapahku dalam ketiadaan
Segalanya luruh lemah tak bertumpu
Hanya bersandar pada dirimu
Ku tak bisa, sungguh tak bisa
mengganti dirimu dengan dirinya

Sampai kapan kau terus bertahan
Sampai kapan kau tetap tenggelam
Sampai kapan kau mesti terlepas
Buka mata dan hatimu relakan semua ..

 

Kasih Tak Sampai

 

Indah..
Terasa indah..
Bila kita terbuai dalam alunan cinta..
Sedapat mungkin terciptakan rasa..
Keinginan saling memiliki

Namun bila,
Itu semua dapat terwujud
Dalam satu ikatan cinta
Tak semudah seperti yang pernah terbayang..
Menyatukan perasaan….

Chorus:
Tetaplah menjadi bintang dilangit
Agar cinta kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini,
Agar menjadi saksi cinta kita
Berdua…
Berdua..

Sudah..
Lambat sudah…
Kini semua harus berakhir
Mungkin inilah jalan yang terbaik
Dan kita mesti relakan kenyataan ini

Chorus

Music

Menjadi saksi kita berdua….

UNbreak My heart

May 25th, 2006 by faiz-arrifai

Unbreak My Heart

by Toni Braxton

 
Don't leave me in all this pain
Don't leave me out in the rain
Come back and bring back my smile
Come and take these tears away
I need your arms to hold me now
The nights are so unkind
Bring back those nights when I held you beside me
 
1-Un-break my heart
 Say you'll love me again
 Un-do this hurt you caused
 When you walked out the door
 And walked outta my life
 Un-cry these tears
 I cried so many nights
 Un-break my heart, my heart
 
Take back that sad word good-bye
Bring back the joy to my life
Don't leave me here with these tears
Come and kiss this pain away
I can't forget the day you left
Time is so unkind
And life is so cruel without you here beside me
(repeat 1)
 
Ohh, oh
Don't leave me in all this pain
Don't leave me out in the rain
Bring back the nights when I held you beside me
(rpt 1)
 
Un-break my
Un-break my heart, oh baby
Come back and say you love me
Un-break my heart
Sweet darlin'

Without you I just can’t go on

My Favourite Song And Lyrick

May 25th, 2006 by faiz-arrifai

Elok

Aku.. membayangkan surga ada di depanku
depan mataku..
Saat aku menikmati teduhnya wajahmu
Indah hatimu

Tak jemu-jemu ku pandang
Begitu elok kau tercipta

Tak pernah henti-hentinya aku
Terus mencintai dirimu
Tak pernah henti-hentinya aku
Tetap menyayangi dirimu
Seperti adanya diriku
Seperti adanya aku ini
Seperti adanya diriku
Aperti adanya…

Aku ingin melupakan hasrat tuk melangkah sejenak pergi
Inginku sempurnakan hidupku disampingmu memeluk jiwamu

Tak jemu-jemu ku pandang
Begitu elok kau tercipta

The Reason

"The Reason"

I’m not a perfect person
There’s many things I wish I didn’t do
But I continue learning
I never meant to do those things to you
And so I have to say before I go
That I just want you to know

I’ve found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
and the reason is you

I’m sorry that I hurt you
It’s something I must live with everyday
And all the pain I put you through
I wish that I could take it all away
And be the one who catches all your tears
Thats why i need you to hear

I’ve found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
and the reason is You [x4]

I’m not a perfect person
I never meant to do those things to you
And so I have to say before I go
That I just want you to know

I’ve found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
and the reason is you

I’ve found a reason to show
A side of me you didn’t know
A reason for all that I do
And the reason is you

Because Of You

Spoken:
Look, why don’t you play that song you played for me yesterday?
Oh ok yeah, that song because of you, cool
This is a song called because of you…written because of you…here we go
Verse 1:
…oh yah, oh yah…
If ever you wondered if you touched my soul yes you do
Since I met you I’m not the same
You bring life to everything I do
Just the way you say hello
With one touch I can’t let go
Never thought I’d fall in love with you…

Chorus:
Because of you, my life has changed, thank you for the love and joy you bring
Because of you, I feel no shame, I’ll tell the world it’s because of you

Verse 2:
Sometimes I get lonely and all I gotta do is think of you
You captured something inside of me
You make all of my dreams come true
It’s not enough that you love me for me
You reached inside and touched me eternally
I love you best explains how I feel for you…

Chorus:
Because of you, my life has changed, thank you for the love and the joy you bring
Because of you, I feel no shame, I’ll tell the world it’s because of you

Bridge:
The magic in your eyes
True love I can’t deny
When you hold me I just lose control
I want you to know that I’m never letting go
You mean so much to me I want the world to see,
It’s because of you

Chorus:
Because of you, my life has changed, thank you for the love and the joy you bring
Because of you, I feel no shame, I’ll tell the world it’s because of you
My life has changed thank you for the love and the joy you bring
Because of you, I feel no shame, I’ll tell the world it’s because of you…